Sebuah program baru akan membantu perusahaan-perusahaan Indonesia untuk siap berintegrasi ke pasar perdagangan regional dan global untuk menguji kesiapan keamanan siber mereka.

Australia-Indonesia Centre (AIC), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Kementerian Koperasi dan UMKM Indonesia (Kemenkop UKM RI) dengan bangga meluncurkan program cyber e-commerce for trade untuk usaha mikro, kecil dan menengah.


Didanai oleh pemerintah Australia, cyber e-commerce for trade adalah bagian dari program e-commerce aid for trade pemerintah Australia yang bertujuan membantu negara-negara di Indo-Pasifik memanfaatkan sepenuhnya ekonomi digital dengan meningkatkan kapabilitas e-commerce mereka.

Dirancang dan dijalankan oleh Australia-Indonesia Centre (AIC), program ini akan meningkatkan kompetensi keamanan siber dari UMKM Indonesia yang telah siap mengambil langkah besar integrasi berikutnya ke dalam ASEAN dan perdagangan global.

 

Tujuannya adalah untuk menjalankan program percontohan yang dapat membantu UMKM untuk meningkatkan kesadaran akan keamanan siber, memahami risikonya dan meresponsnya secara efektif. Potensi dari pembelajaran program percontohan ini menawarkan kesempatan untuk [program] yang lebih besar di Indonesia dan negara-negara lain.

 

Karena UMKM merupakan 99% dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia dan menyediakan 89% lapangan pekerjaan sektor swasta, perannya sangat penting bagi perekonomian negara dan terlebih lagi setelah dampak COVID-19.