100 UMKM ikuti Program Keamanan Siber Menghadapi Tantangan Ekonomi Masa Pandemi

Ditulis : Roro Widya - 29 September 2020

Ditengah tingginya angka UMKM yang mendominasi sector industry yakni mencapai 99% dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia. UMKM juga menyediakan 89% lapangan pekerjaan sektor swasta, dan memberikan perannya bagi perekonomian negara terutama pasca-COVID 19 ini. Australia Indonesia Centre, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Koperasi dan UMKM Indonesia (Kemenkop UKM RI) bekerjasama dalam memberikan kekuatan bagi pelaku UMKM dengan meliris Program Cyber E-Commerce for Trade. Program ini juga mendapatkan dukungan dari beberapa universitas ternama di Indonesia, yakni Institut Teknologi Sepuluh November, Institut Teknologi Bandung dan juga Universitas Trunojoyo Madura.

 

Hari ini, 22 September 2020, Webinar perdana Program Cyber E-Commerce for Trade untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dilangsungkan dari Pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Webinar ini dilangsungkan via Zoom yang diikuti oleh 100 pelaku UMKM setelah melewati seleksi ketat diantara ribuan pendaftar.

 

Rencananya, program ini akan dilangsungkan secara intensif selama 6 minggu, dengan agenda rutin pekanan setiap hari selasa. Tidak hanya itu, Webinar yang didanai oleh pemerintah Australia ini menghadirkan 10 pembicara luar biasa baik dari Indonesia maupun dari Australia. Program Cyber E-Commerce for Trade ini merupakan bagian dari program e-commerce aid for trade pemerintah Australia yang bertujuan membantu negara-negara di Indo-Pasifik memanfaatkan sepenuhnya ekonomi digital dengan meningkatkan kapabilitas e-commerce mereka. Lebih spesifik tujuan dalam program ini adalah untuk mendukung integrasi UMKM ke dalam perdagangan ASEAN dan global. Sehingga dapat tercapai peningkatan kesadaran dan pemahaman risiko siber serta bagaimana para pelaku UMKM dapat memberikan respon terbaiknya.
 

Dalam pembukaan Webinar perdana ini, masing – masing perwakilan dari Australia Indonesia Centre, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Koperasi dan UMKM Indonesia (Kemenkop UKM RI) turut hadir memberikan sambutan. Sambutan pertama diberikan oleh Bapak Allaster Cox selaku pejabat Duta Besar Australia di Indonesia. Sambutan kedua diberikan oleh Bapak Anton Setiyawan selaku Direktur Proteksi Ekonomi Digital di dalam Kedeputian Bidang Proteksi di Badan Siber dan Sandi Negara, BSSN. Sambutan terakhir diberikan oleh Ibu Destry Anna Sari selaku Asisten Deputi Pemasaran, Kedeputian Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM.


“Agar program ini dapat mencapai tujuannya, kami memberikan pendampingan dari mentor pilihan. Kami memfasilitasi peserta dengan 5 mentor yang masing - masing membawahi 20 mentee agar bisa lebih dekat dalam menjalin komunikasi. Para mentor yang kami sediakan diantaranya adalah dari berbagai latar belakang pelaku bisnis, praktisi, konsultan, peneliti, penulis, bahkan dari kalangan dosen. Selain itu, kami juga memberikan pre-test, post-test dan juga tugas tiap pekannya. Hal ini kami lakukan sebagai bahan evaluasi sekaligus mengetahui perkembangan peserta sendiri” jelas Prof Caroline Chan selaku Lead Investigator program.

Materi webinar pertama ini dibuat untuk memberikan wawasan baru bagi pelaku UMKM mengenai pentingnya keamanan bagi pelaku UMKM. Materi tersebut diberikan oleh Prof Caroline Chan selaku Lead Investigator program dilanjut dengan pemaparan dari Bapak Abdul Ghofur, selaku Presiden AISINDO yang dirangkai dalam bentuk sesi panel.

 

Sesi selanjutnya, Bapak Tony – Doktor bidang E-Government & Technology Adoption dan juga dosen Institut Teknologi Sepuluh November ini memberikan detail penjelasan mengenai program, tata tertib, pengenalan mentor, serta sesi lebih dekat dengan para peserta webinar. “Tampak bahwa antusiasme sangat terasa dari awal sesi hingga akhir, Bapak dan Ibu para pelaku UMKM masing – masing dengan berani mengutarakan pertanyaan, menyampaikan informasi, bahkan promosi di sesi lebih dekat sebelum penutupan ini” Ungkap Pak Tony seusai sesi webinar yang berjalan dengan sukses ini.

 

Hal menarik ditambahkan oleh Prof Caroline saat sesi lebih dekat dengan peserta via Room Chat, fitur dari Aplikasi Zoom sendiri. Beliau, Profesor asal Australia ini tampak menambahkan satu komentar berbahasa Indonesia berisikan “Saya suka Rendang Ibu” untuk menanggapi salah satu peserta yakni Ibu Sri Yuliastuti. Ibu Sri Yuliastuti memperkenalkan produk Rendang dan sudah berhasil melakukan ekspor dengan jumlah produksi fantastis yakni 2,5 Ton setiap bulannya. Tentunya ini mengundang banyak perhatian peserta yang lain sekaligus jadi ajang yang menambah kedekatan antara pembicara, mentor, dan juga peserta.

 

Diakhir, Webinar ini ditutup dengan suasana keakraban yang luar biasa. “Semangat dari Bapak dan Ibu adalah salah satu kesuksesan program ini, sekaligus ditunggu untuk bergabung kembali pada Webinar ke-dua minggu depan. Tentunya dengan materi dan pemateri yang luar biasa”, imbuh Prof Caroline menutup sesi wawancara ini.

Ditengah tingginya angka UMKM yang mendominasi sector industry yakni mencapai 99% dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia. UMKM juga menyediakan 89% lapangan pekerjaan sektor swasta, dan memberikan perannya bagi perekonomian negara terutama pasca-COVID 19 ini. Australia Indonesia Centre, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Koperasi dan UMKM Indonesia (Kemenkop UKM RI) bekerjasama dalam memberikan kekuatan bagi pelaku UMKM dengan meliris Program Cyber E-Commerce for Trade. Program ini juga mendapatkan dukungan dari beberapa universitas ternama di Indonesia, yakni Institut Teknologi Sepuluh November, Institut Teknologi Bandung dan juga Universitas Trunojoyo Madura.

 

Hari ini, 22 September 2020, Webinar perdana Program Cyber E-Commerce for Trade untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dilangsungkan dari Pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Webinar ini dilangsungkan via Zoom yang diikuti oleh 100 pelaku UMKM setelah melewati seleksi ketat diantara ribuan pendaftar.

 

Rencananya, program ini akan dilangsungkan secara intensif selama 6 minggu, dengan agenda rutin pekanan setiap hari selasa. Tidak hanya itu, Webinar yang didanai oleh pemerintah Australia ini menghadirkan 10 pembicara luar biasa baik dari Indonesia maupun dari Australia. Program Cyber E-Commerce for Trade ini merupakan bagian dari program e-commerce aid for trade pemerintah Australia yang bertujuan membantu negara-negara di Indo-Pasifik memanfaatkan sepenuhnya ekonomi digital dengan meningkatkan kapabilitas e-commerce mereka. Lebih spesifik tujuan dalam program ini adalah untuk mendukung integrasi UMKM ke dalam perdagangan ASEAN dan global. Sehingga dapat tercapai peningkatan kesadaran dan pemahaman risiko siber serta bagaimana para pelaku UMKM dapat memberikan respon terbaiknya.
 

Dalam pembukaan Webinar perdana ini, masing – masing perwakilan dari Australia Indonesia Centre, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Koperasi dan UMKM Indonesia (Kemenkop UKM RI) turut hadir memberikan sambutan. Sambutan pertama diberikan oleh Bapak Allaster Cox selaku pejabat Duta Besar Australia di Indonesia. Sambutan kedua diberikan oleh Bapak Anton Setiyawan selaku Direktur Proteksi Ekonomi Digital di dalam Kedeputian Bidang Proteksi di Badan Siber dan Sandi Negara, BSSN. Sambutan terakhir diberikan oleh Ibu Destry Anna Sari selaku Asisten Deputi Pemasaran, Kedeputian Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM.


“Agar program ini dapat mencapai tujuannya, kami memberikan pendampingan dari mentor pilihan. Kami memfasilitasi peserta dengan 5 mentor yang masing - masing membawahi 20 mentee agar bisa lebih dekat dalam menjalin komunikasi. Para mentor yang kami sediakan diantaranya adalah dari berbagai latar belakang pelaku bisnis, praktisi, konsultan, peneliti, penulis, bahkan dari kalangan dosen. Selain itu, kami juga memberikan pre-test, post-test dan juga tugas tiap pekannya. Hal ini kami lakukan sebagai bahan evaluasi sekaligus mengetahui perkembangan peserta sendiri” jelas Prof Caroline Chan selaku Lead Investigator program.

Materi webinar pertama ini dibuat untuk memberikan wawasan baru bagi pelaku UMKM mengenai pentingnya keamanan bagi pelaku UMKM. Materi tersebut diberikan oleh Prof Caroline Chan selaku Lead Investigator program dilanjut dengan pemaparan dari Bapak Abdul Ghofur, selaku Presiden AISINDO yang dirangkai dalam bentuk sesi panel.

 

Sesi selanjutnya, Bapak Tony – Doktor bidang E-Government & Technology Adoption dan juga dosen Institut Teknologi Sepuluh November ini memberikan detail penjelasan mengenai program, tata tertib, pengenalan mentor, serta sesi lebih dekat dengan para peserta webinar. “Tampak bahwa antusiasme sangat terasa dari awal sesi hingga akhir, Bapak dan Ibu para pelaku UMKM masing – masing dengan berani mengutarakan pertanyaan, menyampaikan informasi, bahkan promosi di sesi lebih dekat sebelum penutupan ini” Ungkap Pak Tony seusai sesi webinar yang berjalan dengan sukses ini.

 

Hal menarik ditambahkan oleh Prof Caroline saat sesi lebih dekat dengan peserta via Room Chat, fitur dari Aplikasi Zoom sendiri. Beliau, Profesor asal Australia ini tampak menambahkan satu komentar berbahasa Indonesia berisikan “Saya suka Rendang Ibu” untuk menanggapi salah satu peserta yakni Ibu Sri Yuliastuti. Ibu Sri Yuliastuti memperkenalkan produk Rendang dan sudah berhasil melakukan ekspor dengan jumlah produksi fantastis yakni 2,5 Ton setiap bulannya. Tentunya ini mengundang banyak perhatian peserta yang lain sekaligus jadi ajang yang menambah kedekatan antara pembicara, mentor, dan juga peserta.

 

Diakhir, Webinar ini ditutup dengan suasana keakraban yang luar biasa. “Semangat dari Bapak dan Ibu adalah salah satu kesuksesan program ini, sekaligus ditunggu untuk bergabung kembali pada Webinar ke-dua minggu depan. Tentunya dengan materi dan pemateri yang luar biasa”, imbuh Prof Caroline menutup sesi wawancara ini.